Featured Post Today
print this page
Latest Post

Tempat-tempat yang harus dikunjungi di Banda Aceh

Berikut ini tempat-tempat yang harus anda kunjungi jika ingin berlibur ke banda aceh:

1. Alue Naga Pantai
Alue Naga, Banda Aceh, Aceh
Foto-foto Pantai Alue Naga:









2. Makam Syiah KualaTempat Pemakaman Umum (TPU)
Gampong Deyah Raya, Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh


3. Gampong PandeTempat Luar Ruang Bagus Lainnya
Keudah Jl. Tgk. Dikandang, Banda Aceh, Nangro Aceh Darussal


Jalan Taman Ratu Safiatuddin Lampriet, Banda Aceh, Aceh


5. Kuburan Massal Siron (Tsunami)Tempat Pemakaman Umum (TPU)
Jl. Bandara Sultan Iskandar Muda Desa Siron, Kec. Ingin Jaya, Aceh Besar, Indonesia


Jl. Sultan Iskandar Muda Jl. Ibrahim Madjid, Banda Aceh, Indonesia


7. Seulawah RI-001Monumen / Tengaran
Lapangan Arafah, Blang Padang, Banda Aceh, Aceh


8. Garuda TheaterBioskop
Jl. Twk Pulo Dibaroh Kampung Baru, Banda Aceh, Indonesia


9. Taman SariTaman
Jalan Tgk. Abdullah Ujong Rimba Jalan STA Mahmudsyah, Banda Aceh, Indonesia


10. Tugu Proklamasi RIMonumen / Tengaran
Jl Balai Kota, Taman Sari, Banda Aceh, Aceh


11. Tugu Kereta ApiTempat Bersejarah
Banda Aceh, Aceh


Jalan Moh. Jam Pasar Aceh, Banda Aceh, Aceh


13. Bank IndonesiaKantor
Jalan Cut Meutia, Banda Aceh, Aceh


14. Kapal PLTD ApungTempat Luar Ruang Bagus Lainnya
Punge Blang Cut, Banda Aceh, Indonesia


Punge Blang Cut Depan Kapal Apung PLTD, Banda Aceh, Indonesia


Jalan Sultan Iskandar Muda Blang Padang, Banda Aceh, Aceh


17. KerkhoffTempat Pemakaman Umum (TPU)
Jalan Sultan Iskandar Muda Teuku Umar, Banda Aceh, Aceh


Jalan Teuku Umar Neusu, Banda Aceh, Aceh


19. Gunongan ParkMuseum Sejarah
Teuku Umar Street, Banda Aceh, Aceh


Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, Aceh


21. Pendopo Gubernur AcehGedung DPRD
Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah, Banda Aceh, Aceh


22. Museum AcehMuseum Sejarah
Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah, Banda Aceh, Indonesia


23. Makam Sultan Iskandar MudaTempat Pemakaman Umum (TPU)
Sultan Alaidin Mahmud Syah Street, Banda Aceh, Aceh


Jl. Mr. Dr. Ir. Moh Hasan Batoh, Banda Aceh, Aceh

1 comments

Travel Agent Banda Aceh

Berikut ini Alamat dan nomor telpon Travel Agent di Banda Aceh:


PT. Autada IT Solution
Alamat:  Jl. T.Nyak Arief Lr. PBB No. 25 Darussalam Banda Aceh
Telpon:  08116806169 Office: 0651-7551395
Website: http://www.autada.com


PT. Nustra Agung
Alamat:  Jl. Diponegoro No. 78
Telpon:  0811687059

PT. Krueng Wayla
Alamat:  Jl. Sri Ratu Safiatuddin No. 26
Telpon:  08126900241

PT. Indo Matha Wisata
Alamat:  Jl. Diponegoro No. 78
Telpon:  08126980023

PT. Banda Perdana
Alamat:  Jl. T.P. Polem No. 75
Telpon:  08126918787

PT. Nuansa Wisata Nusa
Alamat:  Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 99
Telpon:  085260433337

PT. Sinar Asia
Alamat:  Jl. T. Hasan Dek No. 47
Telpon:  08116801234

PT. Kana
Alamat:  Sri Ratu Safiatuddin No. 9
Telpon:  0811688063

PT. Cendana
Alamat:  Jl. T. Hasan Dek No. 31
Telpon:  0811681032 / 0811687971

PT. Tara
Alamat:  Jl. Sri Ratu Safiatuddin No. 38
Telpon:  0811681638

PT. Lintas Asia
Alamat:  Jl. T. Umar No. 82
Telpon:  081169001982

PT. Aceh Wing Abadi
Alamat:  Jl. Dr. Mr. Mohd Hasan No. 35
Telpon:  085277381770

PT. Bumi Jasa Mandiri
Alamat:  Jl. Al-Huda No. 32
Telpon:  08116807177

PT. Rira
Alamat:  Jl. Tgk. Imum Lueng Bata No. 62A
Telpon:  085246363815

PT. Suwita
Alamat:  Jl. K. Amin NP. 1c Beurawe
Telpon:  0811686133

PT. Graha Menara
Alamat:  Jl. Hasan Saleh No.3
Telpon:  08126979222

PT. Hijrah
Alamat:  Jl. Tgk. Chik Ditiro Sp. Surabaya
Telpon:  0811683611 / 08126999000

PT. Aceh Utama
Alamat:  Jl. Teuku Umar No. 311.A
Telpon:  08126013330

PT. Hessa
Alamat:  Jl. Sultan Iskandar Muda No.2-3-4
Telpon:  0811682559

PT. Moda
Alamat:  Jl. DR. Mr. H.T. Mohd. HasanNo. 89 Sp. Bathoh
Telpon:  081269001950

PT. Alsa Panca Perkasa
Alamat:  Jl. T. Hasan Dek No. 1
Telpon:  08126900197

PT. Mustari
Alamat:  Jl. T. Iskandar No. 18 Beurawe
Telpon:  08126957000

PT. Sabang
Alamat:  Jl. T. Iskandar No. 31 Beurawe
Telpon:  0811680168

PT. Lintas Iskandaria
Alamat:  Jl. Tgk. Imum Lueng Bata
Telpon:  (0651) 33963 / Fax : (0651)33961

PT. Dian Almat Wisata
Alamat:  Jl. Tgk. Imum Lueng Bata No. 9
Telpon:  08126925294

PT. Sam
Alamat:  Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 117
Telpon:  08116801234

PT. Adhi Mulia
Alamat:  Jl. Mesjid Al-Huda No. 2D
Telpon:  085276590852

PT. Kembang
Alamat:  Jl. T.P. Polem No. 161
Telpon:  (0651)637695 / 08126984481

PT. Zaki Atjeh
Alamat:  Jl. T. Hasan Dek No. 232
Telpon:  (0651) 33202 / 081269126295

PT. Babussalam
Alamat:  Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 10
Telpon:  (0651)637879, Fax : (0651)22410, Mobile: 085276683000, 085297938500
2 comments

Tempat yang Sering dikunjungi Wisatawan di Banda Aceh

Jika Anda ke Banda Aceh, maka tempat-tempat yang wajib Anda kunjungi adalah:


  • Masjid Raya Baiturrahman / Masjid Agung, (dresscode Muslim). Baiturrahman adalah sebuah masjid besar yang terletak di jantung kota Banda Aceh, masjid ini memiliki lima kubah berwarna hitam dan putih empat menara. Masjid ini berdiri pada sebuah lanskap hijau elegan. Dinding bercat putih dengan mineral dan hitam arang kubah Masjidil Haram adalah tengara paling terkenal di Aceh. Masjid ini dibangun pada 12 Century dan menangkap beberapa waktu kebakaran termasuk selama serangan Belanda atas Kutaraja (Banda Aceh) pada tahun 1873. Sebuah masjid pengganti dibangun oleh pemerintah militer Belanda dan selesai pada tahun 1883. Masjid ini luar biasa dalam arsitektur dan ornamen. Ini memiliki kubah bawang lima berbentuk, dua menara tinggi, dinding putih yang luas dan dihiasi pilar dekoratif. mengedit

  • Rumah Cut Nya Dien. Cut Nya Dien adalah seorang revolusioner wanita Indonesia dari Aceh. Rumah adalah replika dari Cut Nyak Dhien pahlawan House, dari Perang Aceh. Pasukan kolonial membakar rumah tapi replika dibangun kemudian. Ini rumah di Lam Pisang, sekitar 6 km dari Banda Aceh dan sekarang adalah sebuah museum. Rumah di Desa Lampisang, Kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar. Meskipun Lhok Nga adalah hit wilayah terburuk tsunami, Tjut Nyak Dhien Rumah selamat. Anak perempuan dari kepala suku, Tjut Nyak Dhien bergabung dengan perang melawan penjajah Belanda pada tahun 1875. Suami pertamanya jatuh dalam pertempuran, dan dia menikah lagi. Ketika suaminya yang kedua juga tewas dalam pertempuran, ia melanjutkan perjuangan dengan anak-anaknya. Setelah enam tahun di hutan, ia ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Jawa Barat di mana ia meninggal pada tahun 1906. Tjut Nyak Dhien diakui sebagai salah satu Warriors Nasional Indonesia. mengedit
     
  • Gunongan dan Taman Putroe Phang. Gunongan telah didirikan oleh Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636) sebagai taman bermain pribadi dan tempat mandi untuk istri Putro Phang (Dari Malaysia). Ini fantasi arsitektur aneh memiliki akses ke istana sultan melalui tradisional 'Pintu Aceh', yang digunakan oleh royalti saja. Bangunan ini mungkin difungsikan sebagai perdamaian rekreasi penting yang terletak di Taman Sari Taman untuk Ratu dan anggota keluarga kerajaan lainnya untuk mendaki. Hal ini sangat menyenangkan untuk mengunjungi tempat ini selama sore hari atau matahari terbenam. mengedit
     
  • Makam di Desa Bitay. Dalam Bitay makam orang suci, Teungku di Bitay, masih bisa dilihat. Makam Tuan di Bitay, yang mengajarkan orang Aceh antara lain seni pengecoran meriam, dan masjid yang berdiri di samping kuburan dihormati sebagai suci hingga hari ini. * Aceh dan Turki memiliki hubungan dekat di masa lalu. Banyak teknisi dan senjata dari armada Turki datang dan menetap di Aceh. Peninggalan sejarah dari saat ini termasuk sebuah masjid dan sebuah monumen dan orang-orang Turki nisan di desa Bitai (~ 3 km dari Banda Aceh). mengedit
     
  • Museum Aceh, Museum ini terletak di Sultan Alaidin Mahmud Syah St Museum pameran keramik, senjata, dan artefak budaya banyak seperti pakaian, perhiasan, kaligrafi, ornamenation Islam, peralatan dapur dan barang-barang lainnya.. Sebuah item yang paling menarik adalah lonceng besar yang disebut "Lonceng Cakra Donya", hadiah dari China Grand-Duke (Ming Kaisar, pada abad ke-15) untuk Sultan Aceh yang disampaikan oleh Cina Muslim, Laksamana Cheng Ho pada tahun 1414, sebuah prasasti pada bel berbunyi, "Nyanyikan Fang Niat Toeng Juut Kat". Dalam kompleks ini ada juga rumah 'Rumah Aceh' yang dibangun oleh Belanda Gubernur Van Swart pada tahun 1941 dengan gaya khas arsitektur rumah klasik Aceh. Di barat Museum atau utara Aceh House of Kustom ada kuburan kompleks memegang sisa-sisa Sultan Aceh. mengedit
     
  • Monumen Indonesia Airline  (Seulawah-Indonesia Pesawat Pertama). Monumen ini didirikan untuk memperingati kontribusi heroik rakyat Aceh munculnya Republik Indonesia. Ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945 Belanda dimaksudkan untuk menempati kembali negara itu. Dalam perjuangan berikutnya pada tahun 1949 daerah yang jauh telah jatuh ke Belanda, Republik Indonesia sangat membutuhkan pesawat untuk menghindari blokade musuh. Soekarno, Presiden Indonesia saat itu, segera meminta masyarakat Aceh untuk menyumbangkan uang untuk pesawat terbang. Sebuah Douglas DC-3 dibeli tak lama kemudian, dan dibayar dengan sumbangan. Pesawat ini sangat awal adalah pendahulu dari armada Garuda Indonesia. sunting
     
  • Kerkhof (kuburan militer Belanda Banda Aceh), Teuku Umar St (gerbang pintu masuk di depan sudut timur selatan Blang Padang). Kerkhoff atau War Memorial Cemetery atau dikenal oleh masyarakat lokal sebagai Peucut Kerkhoff, 2.000 tentara Belanda yang tewas dalam Perang Aceh yang dikuburkan di pemakaman ini. Di dinding pintu gerbang Kerkhoff Anda dapat melihat daftar nama-nama orang terkubur termasuk rincian di mana dan kapan mereka meninggal. mengedit
     
  • Ulee Lheue-Banda Aceh (Tsunami Ground Zero) Ulee Lheue merupakan garis pantai yang menghadap Selat Malaka, ketika tsunami melanda Banda Aceh pada 26 Desember 2004, garis pantai dan desa di dekatnya rusak berat dan terendam oleh 10 m tinggi gelombang. Sekarang pemerintah daerah telah membangun pelabuhan baru di Ulee Lheue, dan jika Anda memiliki rencana untuk mengunjungi Sabang dan Pulau Weh, Anda dapat mengambil feri Ro-Ro atau speed boat dari Ulee Lheue. Pantai Ulee Lheue masih terus pesona keindahan, dan orang-orang hampir setiap hari datang ke tempat ini untuk menikmati cakrawala biru langit dan laut, untuk melihat matahari terbenam yang indah di malam hari, atau untuk menikmati pantai di malam hari pada akhir pekan. mengedit
     
  • Aceh Kebudayaan & Pariwisata Agency, Jl. Tgk. Chik Kuta Karang No 3 (Ada dua restoran di nomor 3-5 Badan pariwisata adalah di dalam gedung pemerintah tepat di seberang jalan dari restoran..), [3] Sangat ramah. dan membantu staf. Mereka menyediakan (gratis): peta Banda Aceh dan daerah sekitar Banda Aceh, peta provinsi Aceh-, Aceh sangat bagus Buku Panduan (colorprint). Barang-barang ini dimasukkan ke dalam kantong, kecil benar-benar indah, berbelanja dengan gambar Aceh di atasnya.
  • 0 comments

    Transportasi di Banda Aceh

    Salah satu fitur unik dari Banda Aceh adalah becak bermotor yang ditemukan hampir di semua tempat. Tidak seperti becak tradisional, becak bermotor dapat mengambil penumpang di mana saja di kota. Ongkos untuk naik becak bermotor yang relatif murah dan biasanya dinegosiasikan terlebih dahulu. Contoh tarif becak adalah: Airport - Masjid Agung: Rp 40.000, Terminal Bus - Masjid Agung: Rp 8.000; Masjid Agung - Penayong: Rp 5.000. Di dalam kota, umumnya Rp 10.000 atau tergantung nego.

    Transportasi seperti taksi dan minibus (dikenal sebagai labi-labi) juga umum.

    Sultan Iskandar Muda International Airport terletak di Blang Bintang, 13,5 km dari Banda Aceh.

    Dua jalan raya utama Banda Aceh ke selatan Aceh. Salah satu berjalan di sisi timur provinsi melalui kota-kota utama seperti Bireuen dan Lhokseumawe ke Medan, ibukota besar dari provinsi Sumatera Utara. Jalan raya lainnya berjalan di sisi barat provinsi melalui kurang penduduk daerah ke kota-kota Calang, Meulaboh, dan Singkil. Stasiun bus utama yang disebut Terminal Terpadu Batoh terletak di Jalan Mr Teuku Muhammad Hasan.

    Banda Aceh memiliki pelabuhan laut kedua, Pelabuhan (port) Ulee Lheue dan Pelabuhan Malahayati [6].

    Pelabuhan Ulee Lheue merupakan pelabuhan laut utama di Aceh, sekarang difungsikan sebagai terminal feri. Terletak di Kecamatan Meuraksa.
    Pelabuhan Malahayati, pelabuhan laut utama saat ini, terletak di Krueng Raya, 27 km dari Banda Aceh. Sekarang difungsikan sebagai terminal angkutan kargo.

    Orang asing tidak lagi memerlukan izin perjalanan (Surat Jalan) yang masuk ke Aceh, tapi visa Indonesia diperlukan. Sejak 6 Juni 2010, adalah mungkin untuk mendapatkan 30 hari Visa-on-Arrival at Banda Aceh Bandara. KBRI KL kadang-kadang dapat memproses visa di hari yang sama jika Anda menyelesaikan semua dokumen sebelum tengah hari, meskipun secara resmi ini hanya berlaku untuk warga Malaysia.
     

    Kenderaan dengan Bus

    Ada bus malam non-stop, dengan waktu perjalanan mulai 9-13 jam - dari Medan ke Banda Aceh. Perusahaan bus besar seperti PMTOH, Pelangi, Kurnia dan Pusaka memiliki kantor di Jl. Gajah Mada, Medan. Harga berkisar dari Rp 110.000 dalam bus reguler berukuran kursi Rp 200.000 dalam bus lebar kursi.

    Mini-bus atau L300 juga dapat membawa Anda ke Banda Aceh dari daerah Medan, namun perjalanan umumnya lebih lama. Harga sedikit lebih murah daripada biasanya. Hal ini juga memungkinkan untuk perjalanan lebih dari Medan ke Banda Aceh melalui Kutacane dan Takengon . Ini akan menjadi 20 jam secara total.
     

    Transportasi Dengan pesawat

    Sultan Iskandar Muda Airport, ( IATA : BTJ, ICAO : WITT) ini dinamai sultan kedua belas Aceh, Iskandar Muda. Pesawat terbang setiap hari antara Banda Aceh dan baik Medan , 1 jam perjalanan, atau Jakarta , 2 jam 40 menit perjalanan.
    • AirAsia, ke Kuala Lumpur , tersedia sehari penerbangan
    • Batavia Air, Jakarta -Soekarno-Hatta, Medan
    • Firefly, Penang , Malaysia maskapai masyarakat sekarang terbang dari Penang ke Banda Aceh setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu
    • Garuda Indonesia, Jakarta -Soekarno-Hatta, Medan , 3 penerbangan setiap hari dari Jakarta dan dua penerbangan setiap hari dari Medan. Penerbangan Jakarta-Banda Aceh langsung pada Garuda memakan waktu 2 jam 40 menit pada 737 Boeing, meskipun sering berubah menjadi singgah di Medan tanpa peringatan Musiman untuk. Jeddah di Arab Saudi selama musim haji
    • Lion Air, Jakarta -Soekarno-Hatta, Medan. Mereka memiliki dua penerbangan harian dari Jakarta dan satu dari Medan.
    • SMAC, Blang Pidie, Meulaboh , Simelue, Takengon, Tapaktuan. Lalat setiap hari dari Medan ke Pulau Nias dan Pulau Simeulue.
    • Sriwijaya Air, Medan
    • Susi Air, Meulaboh

     Visa

    Visa formalitas di bandara ini mirip dengan gateway imigrasi Indonesia lainnya.

    Visa On Arrival (VOA) tersedia di Bandara Sultan Iskandar Muda.

     Airport bus

    Sebuah bus menyediakan layanan dari Banda Aсeh ke bandara, dan dari bandara ke Banda Aceh. Jam operasi adalah 10/11AM-2: 30pm, harga ke kota adalah Rp 15.000 / orang.

    Bus berangkat dari bandara ke Banda Aсeh meninggalkan beberapa menit setelah pesawat tanah. Jadi waktu keberangkatan tergantung pada waktu mendarat, lebih atau kurang. Dengan demikian, itu disarankan untuk terburu-buru untuk menangkap bus. Ini adalah di sebelah kiri Anda ketika Anda meninggalkan gedung bandara (sopir taksi akan memberitahu Anda tidak ada bus bandara, hanya terus berjalan karena bus yang ada).

    Harap dicatat bahwa bus ini pergi ke Kota Banda Aceh Centre, ia tidak pergi ke Stasiun Bus atau Ulee Lhue-Harbour. Jika Anda ingin pergi ke Stasiun Bus atau Ulee Lhue-Harbour, mengambil becak setelah menjadi turun di pusat kota dengan bus bandara.
     Dengan perahu

    Yang besar terdekat (internasional) terminal feri adalah Pelabuhan Belawan, Medan dekat. Ini menerima kapal yang berasal dari Batam, Indonesia (rute umum ketika datang dari Singapura). Feri dari Penang tidak lagi beroperasi. Dari Ulhee-Lhee, pelabuhan Banda Aceh Anda dapat pergi ke Pulau Weh dan Pulau Aceh.
     Dapatkan sekitar

    Metode utama mendapatkan sekitar adalah becak (sepeda motor taksi) dan labi-labi (public minibus). Karena masuknya tiba-tiba uang pasca-tsunami, penduduk setempat telah terbiasa pengisian yang berlebihan, tapi sekarang stabilisasi telah kembali.
    2 comments

    Sejarah Kota Banda Aceh

    Banda Aceh atau Banda Aceh Darussalam telah dikenal sebagai ibukota Kerajaan Aceh Darussalam sejak tahun 1205 dan merupakan salah satu kota Islam Tertua di Asia Tenggara. Kota ini didirikan pada hari Jumat, 1 Ramadhan 601H (22 April 1205) oleh Sultan Alaidin Johansyah setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu/Budha Indra Purba dengan ibukotanya Bandar Lamuri. Berdasarkan hal tersebut maka diaturlah Peraturan Daerah Aceh Nomor 5 Tahun 1988 yang menetapkan tanggal 22 April 1205 sebagai tanggal berdirinya kota tersebut.

    Banda Aceh Darussalam pernah menderita kehancuran pada waktu pecah "Perang Saudara" antara Sultan yang berkuasa dengan adik-adiknya, peristiwa ini dilukiskan oleh Teungku Dirukam dalam karya sastranya, Hikayat Pocut Muhammad.

    Selain itu dalam beberapa catatan sejarah, diketahu bahwa Laksamana dari kerajaan Cina, Cheng Ho pernah singgah di Banda Aceh dalam ekspedisi pertamanya antara tahun 1405 - 1407 setelah singgah terlebih dahulu di Palembang. Pada saat itu kerajaan Aceh dikenal dengan kerajaan Samudera Pasai. Pada saat itu Cheng Ho memberikan lonceng raksasa "Cakra Donya" kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.


    Pada saat terjadi perang melawan ancaman kolonialisme, Banda Aceh menjadi pusat perlawanan Sultan dan rakyat Aceh selama 70 tahun sebagai jawaban atas ultimatum Kerajaan Belanda yang bertanggal 26 Maret 1837. Setelah rakyat Aceh kalah dalam peperangan ini maka diatas puing kota ini pemerintahan kolonial Belanda mendirikan Kutaraja yang kemudian disahkan oleh Gubernur Jenderal Van Swieten di Batavia dengan beslit yang bertanggal 16 Maret 1874.

    Pergantian nama ini banyak terjadi pertentangan di kalangan para tentara Kolonial Belanda yang pernah bertugas dan mereka beranggapan bahwa Van Swieten hanya mencari muka pada Kerajaan Belanda karena telah berhasil menaklukkan para pejuang Aceh dan mereka meragukannya.

    Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43

    Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan hasil SPAN2005 (Population Census in Aceh and Nias, 2005) jumlah penduduk Kota Banda Aceh pasca tsunami adalah sebesar 177.881 jiwa.
    2 comments
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Informasi Tentang Banda Aceh - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger